Kondisi cuaca ekstrem kembali melanda Jepang. Banjir melanda Tokyo sejak Kamis pagi, 10 Juli 2025, setelah hujan lebat mengguyur wilayah metropolitan tersebut secara terus-menerus. Japan Meteorological Agency (JMA) mengeluarkan peringatan banjir dan potensi tanah longsor, khususnya di area dataran rendah dan perbukitan Tokyo barat.
Curah Hujan Sangat Tinggi
Dalam waktu kurang dari tiga jam, beberapa wilayah seperti Setagaya, Meguro, dan Suginami mencatat curah hujan lebih dari 120 mm. Aliran air yang tidak tertampung menyebabkan genangan di jalan-jalan utama, menutup akses ke sejumlah stasiun, dan mengganggu mobilitas warga pada jam sibuk.
Tokyo Fire Department melaporkan adanya insiden di mana beberapa kendaraan pribadi dan layanan logistik terjebak di underpass yang tergenang air. Salah satu pengemudi dilaporkan harus diselamatkan menggunakan perahu karet setelah mobilnya terendam hingga setengah badan kendaraan.
Transportasi Umum Terdampak
Layanan transportasi seperti JR East dan Tokyo Metro mengalami penundaan dan pembatalan sebagian rute karena banjir menggenangi jalur kereta. Di beberapa stasiun, air hujan merembes ke dalam peron bawah tanah, memaksa petugas melakukan evakuasi dan penutupan sementara.
Kementerian Transportasi Jepang meminta masyarakat menggunakan aplikasi informasi lalu lintas dan cuaca secara real-time sebelum bepergian. Hal ini penting agar warga tidak terjebak di area rawan genangan atau longsor.
Respons Pemerintah dan Peringatan Keselamatan
Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, melalui konferensi pers sore hari menyampaikan bahwa pemerintah kota telah mengaktifkan sistem tanggap darurat dan menyebarkan relawan ke wilayah terdampak. Pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi evakuasi sementara di sekolah-sekolah dan gedung olahraga untuk warga yang rumahnya terendam.
Japan Meteorological Agency menekankan pentingnya kewaspadaan. Masyarakat diminta untuk:
- Menghindari wilayah dekat sungai atau kanal air.
- Tidak berkendara melalui genangan tinggi.
- Menghindari ruangan bawah tanah.
- Memantau peringatan resmi melalui aplikasi JMA dan media lokal.
Risiko Longsor Meningkat
Selain genangan air, tanah longsor juga menjadi ancaman nyata. Beberapa wilayah di Tokyo barat, seperti Hachioji dan Machida, telah menunjukkan pergerakan tanah yang abnormal. Petugas telah memblokir akses ke beberapa jalur pendakian dan jalan kecil menuju perbukitan demi keselamatan.
Salah satu warga di daerah Setagaya mengungkapkan bahwa ini adalah banjir terparah dalam lima tahun terakhir. “Biasanya kami hanya menghadapi genangan kecil, tapi kali ini air masuk ke rumah dalam waktu singkat. Kami tidak siap,” ujarnya.
Prediksi Cuaca dan Imbauan Lanjutan
Menurut prakiraan JMA, hujan masih akan terus turun hingga 12 Juli 2025. Potensi curah hujan ekstrem tetap tinggi, dan daerah Tokyo serta prefektur sekitarnya diminta tetap siaga. Meski curah hujan diprediksi mulai menurun pada akhir pekan, dampaknya bisa berlangsung lebih lama karena kapasitas saluran drainase yang terbatas.
Kesimpulan
Banjir melanda Tokyo dengan dampak yang cukup luas pada kehidupan sehari-hari warga, terutama dalam hal transportasi, hunian, dan keselamatan umum. Pemerintah, petugas penyelamat, dan masyarakat diminta untuk bekerja sama mengatasi kondisi darurat ini dengan mengutamakan keselamatan. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti ini, kewaspadaan dan persiapan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko.