Pada akhir Juni 2025. Pemerintah Iran mengambil langkah tegas dengan resmi larang penggunaan layanan internet satelit Starlink SpaceX, perusahaan milik Elon Musk. Larangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Iran untuk mengendalikan akses internet dan mencegah penyebaran informasi tanpa kontrol di tengah ketegangan politik dan keamanan yang meningkat.
Latar Belakang Larangan
Larangan ini muncul setelah pemadaman internet nasional di Iran pada Juni 2025. Pemadaman terjadi akibat serangan udara Israel terhadap fasilitas nuklir Iran. Elon Musk kemudian mengaktifkan Starlink untuk membantu warga Iran mendapatkan akses internet alternatif.
Namun, pemerintah Iran melihat Starlink sebagai ancaman. Lebih dari 20.000 terminal Starlink dilaporkan diselundupkan ke Iran. Terminal ini digunakan oleh jurnalis, aktivis, dan warga untuk menghindari sensor pemerintah.
Alasan Pemerintah Iran Melarang Starlink
Pemerintah Iran menganggap Starlink bisa menyebarkan informasi tanpa kontrol. Menteri Teknologi Informasi, Eisa Zarepour, menyebut penggunaan layanan internet satelit tanpa izin melanggar kedaulatan negara. Ia juga mengatakan hal ini mengancam keamanan digital nasional.
Parlemen Iran mengesahkan undang-undang yang melarang penggunaan perangkat komunikasi tanpa izin. Pelanggar bisa dikenai denda, hukuman cambuk, atau penjara hingga dua tahun.
Dampak Larangan Terhadap Kebebasan Digital di Iran
Iran dikenal sebagai negara dengan sensor internet yang ketat. Pemerintah memblokir banyak platform populer seperti YouTube, Twitter, dan Instagram. Penggunaan VPN juga sangat dibatasi.
Starlink sebelumnya menjadi solusi bagi warga Iran untuk mengakses internet bebas sensor. Namun, larangan ini membuat akses alternatif semakin sulit. Kondisi ini memperburuk kebebasan digital di Iran.
Akibatnya, jurnalis dan aktivis menghadapi tantangan besar dalam menyampaikan informasi secara bebas.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Keputusan Iran resmi larang layanan starlink ini memperkuat kontrol pemerintah atas ruang digital. Namun, warga dan kelompok oposisi mungkin mencari teknologi komunikasi baru yang lebih aman.
Dukungan komunitas internasional dan organisasi hak asasi digital penting untuk memantau situasi ini. Warga Iran terus berupaya mendapatkan akses informasi global meski menghadapi pembatasan ketat.