Sydney, 17 Juni 2025 — Tesla Digugat menjadi sorotan setelah sejumlah konsumen di Australia secara resmi mengajukan gugatan ke Pengadilan Federal. Gugatan ini menuduh Tesla Motors Australia telah melakukan praktik promosi yang menyesatkan terkait teknologi Autopilot, jangkauan baterai mobil listrik mereka, dan masalah pengereman mendadak yang dikenal sebagai phantom braking Tesla.
Latar Belakang Gugatan
Gugatan ini diajukan oleh firma hukum JGA Saddler dan melibatkan pemilik Tesla Model 3 dan Model Y yang dibeli sejak Mei 2021 hingga awal 2025. Konsumen merasa bahwa informasi yang disampaikan Tesla dalam materi promosi tidak sesuai dengan pengalaman nyata saat menggunakan kendaraan.
Salah satu konsumen menyebutkan bahwa jangkauan baterai mobilnya tidak pernah mencapai angka yang dijanjikan Tesla. Dalam kondisi berkendara normal, mobil hanya mampu menempuh sekitar 75% dari klaim resmi perusahaan.
Permasalahan Autopilot dan Phantom Braking
Tesla Digugat Konsumen Australia menjadi sorotan utama dalam gugatan ini adalah fitur Autopilot yang dinilai overclaim. Tesla disebut telah menggambarkan Autopilot sebagai sistem hampir sepenuhnya otonom, padahal masih membutuhkan kontrol aktif dari pengemudi.
Lebih mengkhawatirkan lagi, banyak konsumen melaporkan kasus phantom braking Tesla, yakni mobil yang tiba-tiba melakukan pengereman otomatis tanpa adanya rintangan nyata di jalan. Fenomena ini dinilai membahayakan keselamatan pengemudi, penumpang, serta pengguna jalan lainnya.
“Fitur itu seharusnya membantu, tapi malah membuat saya hampir tertabrak dari belakang karena rem mendadak tanpa alasan,” ujar salah satu penggugat dalam wawancara dengan media lokal.
Respon Tesla
Hingga saat ini, Tesla belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait gugatan tersebut. Namun dalam kasus serupa di negara lain, Tesla kerap menegaskan bahwa fitur Autopilot masih dalam tahap pengembangan dan bukan pengganti pengemudi manusia.
Dampak Terhadap Reputasi dan Pasar
Gugatan ini datang di tengah menurunnya performa Tesla di pasar Australia. Penjualan mobil Tesla dilaporkan turun sebesar 16,8% selama tahun 2024, meskipun pasar kendaraan listrik secara umum menunjukkan tren pertumbuhan. Pangsa pasar Tesla di Australia bahkan turun dari 52% menjadi 42% dalam setahun terakhir.
Para analis menilai bahwa gugatan ini bisa menjadi preseden penting bagi produsen mobil listrik lainnya dalam hal transparansi iklan dan fitur keselamatan. Bila gugatan ini dimenangkan oleh konsumen. Tesla kemungkinan besar harus memberikan kompensasi, memperbaiki sistem Autopilot, atau bahkan menarik produk tertentu dari pasar Australia.
Penutup
Kasus Tesla digugat konsumen Australia menjadi peringatan bagi perusahaan teknologi untuk lebih berhati-hati dalam mengiklankan fitur-fitur canggih yang belum sepenuhnya matang. Konsumen kini semakin cerdas dan menuntut kejujuran serta tanggung jawab dari produsen dalam menyampaikan informasi produk.
Apakah ini akan menjadi titik balik bagi Tesla di Australia? Hanya waktu dan pengadilan yang bisa menjawabnya.